Kenali 13 Tanda Bahaya Kehamilan Ini

Kehamilan adalah momen indah dalam hidup yang membuat bahagia semua perempuan. Dan tentu saja semua ibu hamil berharap kehamilan berjalan dengan lancar tanpa kendala. Untuk memastikan kehamilan tidak bermasalah, selalu waspada untuk tanda-tanda bahaya pada kehamilan.
Ibu hamil mengalami perubahan hormon sehingga mengakibatkan beberapa keluhan yang sebenarnya normal. Namun beberapa perubahan kesehatan merupakan tanda bahaya pada kehamilan, baik itu pada trimester 1,2 dan 3. Sahabat mungkin bertanya-tanya apa gejala selama kehamilan yang memerlukan perhatian medis segera dan apa gejala yang bisa menunggu sampai periksa kehamilan berikutnya. Selalu ceritakan keluhan ibu hamil saat periksa kehamilan, namun perlu diingat beberapa gejala perlu perhatian cepat.

Tanda Bahaya Kehamilan
Ketika ibu sedang hamil, jangan sedikitpun menunda untuk sesegera mungkin ke puskesmas / klinik / rumah sakit untuk segera mendapat pertolongan dari dokter atau bidan bila dijumpai keluhan dan tanda-tanda perubahan fisik yang merupakan Tanda Bahaya Pada Kehamilan di bawah ini;

1. Muntah atau mual terus dan tak mau makan

Rasa mual dan muntah pada usia kehamilan 1-3 bulan adalah normal dan berangsur hilang sejalan perkembangan kehamilan. Namun begitu, jika rasa mual dan muntah berlangsung terus menerus dan semakin parah, terlebih jika ibu tidak makan dan menyebabkan ibu lemas dan kehilangan energi untuk bergerak, ini adalah keadaan bahaya kehamilan yang serius.

Karena jika ibu tidak makan atau minum apa pun, ibu akan terkena resiko kekurangan gizi dan dehidrasi yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan. Bahkan pada situasi yang lebih parah, keadaan ini bisa mengakibatkan rusaknya organ hati dan robeknya selaput lendir kerongkongan dan lambung.

Maka jika Sahabat mengalami parah mual, segera pergi ke bidan atau dokter agar bia mendapatkan perawatan yang tepat. Ibu mungkin saja dirawat untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi, atau mungkin dokter akan memberikan resep obat dan menu makanan yang tepat untuk mengatasi masalah ini.

2. Ibu hamil mengalami demam

Ibu hamil cenderung memiliki suhu tubuh lebih tinggi dibandingkan sebelum hamil. Ini disebabkan ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan, dan itu normal. Sebagian ibu hamil senantiasa merasa kepanasan dan berkeringat, sementara sebagian yang lain merasa kedinginan dan mengigil. Ibu bisa banyak minum dan beristirahat cukup untuk mengatasi peningkatan suhu tubuh ini.

Meskipun begitu, Ibu hami tidak boleh menyepelekan semua gangguan kesehatan pada dirinya, termasuk demam (suhu tubuh 38 derajat atau lebih) yang harus segera dibawa ke puskesmas / klinik / rumah sakit. Karena itu bisa saja adalah tanda bahaya kehamilan.

Bila ibu berada di daerah endemis malaria, demam yang membuat ibu menggigil dan berkeringat menunjukkan adanya gejala penyakit malaria. Selain itu demam bisa saja merupakan tanda dari penyakit lain seperti tiroid, infeksi tertentu, dan lainnya.

Ibu hamil tidak boleh sembarang meminum obat bebas atau obat herbal (meskipun pada obat tersebut tertera aman bagi ibu hamil). Selain itu, menurut banyak ahli, demam pada ibu hamil berhubungan dengan autisme dan menghambat perkembangan pada bayi, dan bahkan keguguran. Segeralah ke bidan atau dokter untuk mengetahui penyebab demam secara akurat sehingga bisa ditangani dengan tepat dan cepat untuk menghindari bahaya lainnya.

3. Ibu hamil mengalami bengkak pada kaki, tangan atau jari dan wajah, nyeri ulu hati, atau sakit kepala (pusing) disertai kejang secara tiba-tiba


Meskipun bengkak pada kaki dan bagian tubuh lainnya biasa terjadi pada kiehamilan trimester 3 (umur kehamilan lebih dari 6 bulan), sahabat tetap harus waspada. Salah satu cara mengetahui apakah bengkak berlebihan adalah menekan daerah yang bengkak dengan jari, jika kulit lama kembali bisa berarti bengkak lebih dari normal. Bengkak yang lebih dari normal bila disertai tekanan darah tinggisakit, terlalu banyak protein dalam urin, sakit perut, nyeri ulu hati, penglihatan kabur, dan sakit kepala (pusing) menetap, sangat berbahaya. Ibu bisa mengalami kejang ataupun bayi dalam kandungan kekurangan oksigen.

Gejala ini berindikasi pada Preeklampsia atau disebut toksemia (keracunan kehamilan), yaitu sebuah kondisi yang biasanya terjadi setelah 20 minggu kehamilan yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan masalah dengan ginjal dan organ lainnya.

Satu-satunya cara mengatasi ini adalah segera ke rumah sakit. Jika telah dinyatakan preeklampsia ringan oleh tenaga medis, bayi mungkin akan diinduksi (usia kehamilan 37-40 minggu). Jika dokter menilai masih terlalu dini diinduksi (usia kehamilan kurang dari 37 minggu), dokter akan melihat kesehatan ibu dan bayinya dan mungkin memberikan obat-obatan dan istirahat di rumah atau di rumah sakit untuk menurunkan tekanan darah. Obat juga dapat digunakan untuk mencegah ibu dari kejang. Sementara pada preeklamsia berat, mungkin akan dilakukan induksi diikuti dengan caesar meskipun usia kehamilan masih kurang dari 37 minggu (bayi lahir prematur). Maka, untuk dapat mengatasi preeklampsia secara lebih dini, segera mungkin ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

4. Janin dirasakan kurang bergerak dibandingkan sebelumnya

Bayi dalam kandungan setelah 28 minggu / 4-5 bulan / trimester 2 usia kehamilan sudah mulai aktif bergerak dengan menendang-nendang. Meskipun sebagian besar waktunya dihabiskan untuk tidur, menurut American Kongres Gynaecologists dan Obstetricians (ACOG) Sahabat harus menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bayi untuk melakukan 10 tendangan. Ini harus kurang dari 2 jam.

Jika ibu hamil menduga calon bayi bergerak tidak aktif bergerak seperti atau tidak bergerak sama sekali, ini mungkin menunjukkan bahwa calon bayi dalam kesulitan. Mungkin ia tidak mendapat cukup oksigen dan nutrisi dari plasenta atau kesulitan lainnya. Untuk itu situasi ini harus menjadi alasan untuk kekhawatiran. Untuk mengatasinya, coba minum atau makan sesuatu yang dingin dan kemudian tidur dengan posisi miring ke kiri. Selain itu, segeralah pergi ke puskesmas / klinik langganan. Tenaga medis baik bidan maupun dokter memiliki alat-alat yang cocok untuk melihat apakah janin dalam kondisi normal, bergerak, dan tumbuh sesuai usia kandungan.

5. Pendarahan pada hamil muda dan hamil tua



Pendarahan pada ibu hamil adalah tanda bahaya pada kehamilan,baik hamil muda maupun hamil tua /trimester 1 2 dan 3. Pada awal kehamilan, bercak darah dapat mengindikasikan terjadinya pendarahan implantasi. Pendarahan implantasi yaitu salah satu dari beberapa gejala kehamilan yang khas sebagai ciri / tanda-tanda awal kehamilan pada minggu pertama. Namun begitu, setiap perdarahan pada kehamilan harus diselidiki.

Perdarahan melalui jalan lahir pada kehamilan sebelum 3 bulan (trimester pertama) mungkin menunjukkan kehamilan ektopik atau keguguran / ancaman keguguran. Kemudian pada perdarahan kehamilan dapat karena keguguran, plasenta previa atau solusio plasenta. Infeksi saluran kencing juga dapat menyebabkan perdarahan.

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang berkembang diluar rahim (biasa disebut juga hamil di luar kandungan). Ini terjadi jika telur yang telah dibuahi tertanam di tempat lain selain di dalam rahim, biasanya didalam tuba falopi. Pecahnya tuba falopi ketika kehamilan berkembang bisa membahayakan baik nyawa ibu maupun janin dalam kandungan.

Plasenta previa adalah kondisi dimana perkembangan plasenta yang tidak semestinya (menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir). Ini disebabkan oleh letak plasenta yang tetap berada di bagian bawah rahim atau di dekat serviks, sementara plasenta yang normal akan melebar ke arah atas, menjauhi leher rahim atau serviks.

Solusio plasenta adalah lepasnya plasenta dari dinding rahim bagian dalam sebelum proses persalinan, baik seluruhnya maupun sebagian, dan merupakan komplikasi kehamilan yang serius namun jarang terjadi.

Untuk itu, jika mengalami pendarahan pada trimester berapapun, ibu hamil harus diperiksa oleh tenaga medis untuk mencari tahu kondisi yang tepat dan cara menanganinya dengan segera. Karena pendarahan saat hamil mengancam nyawa Ibu maupun janin dalam kandungan.

6. Air ketuban keluar sebelum waktunya

Ketuban pecah sebelum perkiraan tanggal kelahiran disebut sebagai "ketuban pecah dini”, atau biasa disebut juga Ketuban pecah sebelum waktunya (KPSW). Dan Ibu hamil mungkin saja bingung, apakah cairan atau lendir yang keluar adalah urin yang berasal dari kandung kemih atau cairan amnion / air ketuban yang berasal dari ketuban yang pecah.

Bila ibu merasa tidak nyaman, terasa sakit nyeri atau terbakar pada saat kencing atau keluar keputihan atau gatal-gatal di daerah kemaluan bisa jadi ini adalah gejala dari infeksi saluran kencing yang juga berbahaya untuk kesehatan selama kehamilan.

Untuk membedakan urine dengan air ketuban, perhatikanlah cairan tersebut. Cairan ketuban biasanya berwarna jenih kekuningan, dan biasanya keluar disertai darah. Namun begitu, untuk mendapatkan analisis yang akurat, segeralah ke klinik/rumah sakit untuk dilakukan test untuk menentukan asal dari cairan.

Ketuban pecah dan cairan ketuban keluar sebelum waktunya sangat berbahaya. Karena ini bisa menunjukkan persalinan prematur dan secara signifikan meningkatkan risiko terkena infeksi pada janin dan ibu. Maka segeralah pergi ke bidan terdekat untuk di bawa ke rumah sakit.

7. Kontraksi dini pada trimester ketiga

Kontraksi bisa menjadi tanda persalinan prematur. Namun banyak ibu, terutama pada kehamilan pertama, bingung untuk membedakan kontraksi yang merupakan tanda kehamilan dengan kontraksi yang palsu. Jika kehamilan ibu telah pada trimester ketiga dan ibu hamil merasa mengalami kontraksi, hubungi dokter segera. Jika terlalu dini untuk bayi yang akan lahir, dokter mungkin dapat mengambil tindakan untuk menunda persalinan.

MASALAH LAIN PADA MASA KEHAMILAN:

Selain hal tersebut di atas, terdapat juga masalah lain yang mungkin saja menjadi situasi yang berbahaya untuk kehamilan.
  1. Batuk lama (lebih dari 2 minggu).
  2. Jantung berdebardebar atau nyeri di dada.
  3. Diare berulang.
  4. Sulit tidur dan cemas berlebihan.
  5. Memiliki pikiran merugikan diri sendiri atau calon bayi
  6. Nyeri punggung

Sampai disini artikel mengenai tanda bahaya pada kehamilan trimester 1, 2, dan 3 lengkap dengan tips / cara mengatasi tanda bahaya pada kehamilan muda dan kehamilan tua bahan kehamilan lewat waktu / serotinus yang bisa saja merupakan kehamilan resiko tinggi. Semoga bisa bermanfaat untuk sahabat hamilbayi.com yang sedang mencari pengetahuan, tips, dan hal lain seputar tanda bahaya pada kehamilan.

Ibu hamil harus senantiasa memperhatikan kesehatan dirinya beserta janin dalam kandungan. Untuk untuk itu ibu harus aktif juga melakukan konsultasi kesehatan ke bidan atau dokter kandungan dimana bunda memeriksakan kehamilan. Sahabat juga bisa mencari di website ini dengan bantuan mengetikkan kata kunci pencarian di kolom pencarian. Ibu hamil juga harus selalu lakukan pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal pemeriksaan kehamilan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

Sumber: WomensHealth dan Buku KIA

Subscribe to receive free email updates: