Ini yang Wajib Dilakukan Ibu selama Hamil

Artikel berjudul Hal yang Harus Dilakukan Ibu Hamil ini akan membahas mengenai perawatan sehari-hari untuk menjaga kesehatan ibu hamil. Banyak aktivitas yang harus diperhatikan agar bayi tetap sehat, karena kesehatan ibu akan berdampak pada janin dalam kandungan. Berikut ini beberapa tips / anjuran kepada ibu hamil untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan.
Ini yang Wajib Dilakukan Ibu selama Hamil

1. Makanan Ibu Hamil

Pada dasarnya, Ibu hamil harus mengkonsumsi beragam makanan secara proporsional dengan pola asupan nutrisi / gizi seimbang dan lebih banyak daripada sebelum hamil agar kebutuhan janin terpenuhi. Proporsional berarti bukan hanya makan lebih banyak, namun menu ibu hamil juga harus menerapkan pola makan yang lebih sehat (mengandung banyak protein, vitamin, mineral seperti asam folat dan zat besi, dan lainnya).

Tidak ada pantangan makanan selama hamil, namun perlu diperhatikan bahwa ibu hamil yang mengalami obesitas berisiko tinggi terhadap bayi terkena kadar rendah vitamin D. Berat badan bumil berdampak langsung terhadap kesehatan bayi. Kekurangan vitamin D pada ibu dengan obesitas. Sementara ibu yang kekurangan vitamin D meningkatkan resiko bayi lahir terkena rakhitis (penyakit yang mempengaruhi perkembangan tulang).

Sebagaimana Angka Kecukukupan Gizi (AKG) Indonesia 2013, pada trimester pertama, Ibu perlu mendapat asupan 180 kilo kalori lebih banyak setiap harinya. Pada kehamilan trimester kedua, Ibu perlu mendapat asupan kalori tambahan sekitar 300 kilo kalori per hari. Dan ketika memasuki masa kehamilan trimester terakhir, Ibu memerlukan asupan kalori tambahan 300 kilo kalori per hari.

Untuk itu, ibu hamil disarankan untuk makan 1-2 porsi lebih banyak makanan bergizi setiap hari. Makanan sehat seperti sayur, buah, lauk- pauk (daging merah, ayam, telur, ikan) dan kacang- kacangan sebaiknya dikonsumsi secara rutin. Sementara untuk mendapatkan gizi yang seimbang, Ibu hamil perlu memvariasikan menu makan agar mendapatkan semua gizi yang diperlukan. Selain itu, gunakan garam beryodium ketika memasak. Namun begitu, batasi penggunaan gula, garam, dan minyak.

Selain itu, cukupi kebutuhan air minum pada saat hamil. Kebutuhan air minum ibu hamil 10 gelas perhari. Selain itu, usahakan untuk minum air kemasan. Studi terbaru menunjukkan bahwa minum air keran selama bulan-bulan awal kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran. Jika sahabat memiliki riwayat keguguran, sebaiknya diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan air keran atau air kemasan.

Jika mual, muntah dan tidak nafsu makan, pilihlah makanan yang tidak berlemak dalam porsi kecil tetapi sering. Contohnya: buah, roti, ubi, singkong, biskuit.

Banyak ahli juga menyarankan ibu hamil pada trimester pertama untuk mengkonsumsi suplemen asam folat sebanyak 0,6mg dan zat besi (Fe elemental) sebanyak 60mg dalam satu hari. Pada trimester kedua, tambahkan lagi 1000 mg kalsium, 2 mg tembaga, 4mcg vitamin D, dan 50 mg vitamin C. Lebih lanjut baca Vitamin Prenatal untuk Hamil Sehat

Untuk mempermudah ibu dalam menyusun menu makanan yang sehat, tanyakan kepada bidan atau dokter tentang makanan bergizi ketika memeriksakan kehamilan.

2. Istirahat yang Cukup



Ibu hamil tidak boleh mengalami letih berlebih, dengan begitu istirahat sangat penting untu diperhatikanketika hamil.Tidur malam paling sedikit 6 sampai dengan 7 jam dan usahakan siangnya tidur / berbaring selama 1 sampai dengan 2 jam. Usahakan juga untuk tidak tidur larut malam, karena selain akan mengganggu metabolisme tubuh, pada banyak pengalaman menunjukkan bahwa tidur larut malam saat kehamilan menyebabkan bayi sering bangun dimalam hari ketika sudah dilahirkan.

Gunakan kelambu atau raket nyamuk (oleh suami) untuk mengusir nyamuk yang menurunkan kualitas tidur ibu hamil. Jangan pergunakan insektisida karena akan mengganggu perkembangan kehamilan dan bahkan membahayakan janin. Sementara pada daerah endemis malaria, gunakanlah kelambu berinsektisida.

Posisi tidur ibu hamil setelah usia kehamilan memasuki usia 16 minggu sebaiknya miring ke kiri. Posisi membuat bayi mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang maksimal ke dalam plasenta. Hal ini karena adanya vena besar di bagian belakang sebelah kanan spina yang akan mengembalikan darah dari tubuh bagian bawah kepada jantung. Selain itu, posisi tidur seperti ini juga dapat menolong kerja ginjal untuk membuang sisa makanan dari tubuh ibu sehingga mengurangi pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki dan bagian tangan.

Selain istirahat, untuk membantu perkembangan janin, ibu bersama dengan suami bisa melakukan rangsangan/stimulasi pada janin dengan sering mengelus-elus perut ibu dan mengajak janin berbicara sejak usia kandungan 4 bulan.

3. Menjaga Kebersihan Diri


Kebersihan diri tentu harus dijaga untuk menjaga diri dari bakteri serta virus yang dapat menyebabkan penyakit pada ibu. Ini bisa dilakukan dengan mandi teratur minimal 2 kali sehari saat kehamilan, terlebih penambahan berat badan dan keterbatasan gerak juga membuat ibu hamil lebih banyak mengeluarkan keringat.

Saat mandi, pastikan semua anggota tubuh (termasuk payudara dan daerah kemaluan) bebas dari kotoran. Terutama pada kuku yang acapkali menjadi tempat berkumpulnya kotoran. Namun, hindari pemakaian cairan pembersih kemaluan (douching) atau memasukkan jari ke dalam kemaluan saat membersihkannya. Selain itu, sebaiknya gunakan air untuk mandi dengan suhu ruangan, karena suhu yang tinggi apalagi pada awal kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir pada janin. Sementara untuk rambut, lakukan cuci rambut dengan shampoo minimal 2-3 kali dalam seminggu. Selain itu, ganti juga pakaian dan pakaian dalam setiap kali selesai mandi.

Selain mandi, lakukan juga cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir sebelum dan sesudah makan, setelah buang air besar dan buang air kecil, serta disaat ibu merasa tangan kotor.

Menjaga kesehatan gigi juga penting. Menyikat gigi secara benar dan teratur minimal setelah sarapan dan sebelum tidur juga kewajiban ibu hamil. Karena kesehatan gigi juga berdampak pada kesehatan janin. Menggosok gigi saat hamil harus dilakukan dengan lembut dan teratur, karena pada banyak ibu, perubahan hormon pada saat hamil membuat gusi mudah berdarah. Selain itu, periksakan gigi ke fasilitas kesehatan pada saat periksa kehamilan.

4. Aktivitas Fisik

Ibu hamil yang sehat dapat melakukan aktivitas fisik sehari-hari dengan memperhatikan kondisi ibu dan keamanan janin yang dikandungnya. Suami harus membantu istrinya yang sedang hamil untuk melakukan pekerjaan sehari-hari.

Sementara untuk olahraga, setiap ibu hamil mempunyai karakteristik yang khas sehingga olahraga yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi ibu hamil secara spesifik. Pilih olahraga ringan seperti yoga, senam hamil atau jalan kaki yang tidak menguras banyak energi. Lebih lanjut silakan konsultasikan ke bidan atau dokter untuk olahraga yang aman bagi ibu.

5. Hubungan suami istri

Boleh melakukan hubungan suami istri selama hamil. Selalu gunakan kondom ketika berhubungan untuk menghindari infeksi saluran kencing. Lebih rinci bisa ditanyakan ke petugas kesehatan mengenai cara yang aman.

Itulah beberapa tips / anjuran kepada ibu hamil untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan. Semoga bisa membantu Sahabat yang sedang mencari pengetahuan, tips, dan hal lain seputar kehamilan. Untuk penjelasan lebih lanjut tanyakan ke bidan atau dokter kandungan dimana sahabat memeriksakan kehamilan. Sahabat juga bisa mencari di website ini dengan bantuan mengetikkan kata kunci pencarian di kolom pencarian.

Subscribe to receive free email updates: