Kelebihan Kekurangan KB Kondom

Artikel berjudul Kelebihan dan Kekurangan Kondom ini akan membahas kelebihan dan kekurangan alat kontrasepsi terpopuler ini lengkap dengan cara menggunakan kondom yang tepat. Kondom adalah selubung / sarung alat kelamin yang digunakan sebagai salah satu metode kontrasepsi atau alat untuk mencegah kehamilan dan atau penularan penyakit kelamin pada saat bersenggama. Kondom adalah kontrasepsi terbaik dalam mencegah penularan mikroorganisme (IMS termasuk HBV dan HIV/AIDS) dari satu pasangan kepada pasangan yang lain (khusus kondom yang terbuat dari lateks dan vinil).
Cara kerja kondom sangat sederhana, yaitu dengan menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara mengemas sperma di ujung selubung karet yang dipasang pada kelamin pria (kondom pria) atau pada kelamin perempuan (kondom perempuan) sehingga sperma tersebut tidak tercurah ke dalam saluran reproduksi perempuan. Metode kontrasepsi ini bersifat sementara bila metode kontrasepsi lainnya harus ditunda.

Terdapat tiga jenis kondom yaitu yang dibuat dari lateks, dibuat dari kulit hewan dan dibuat dari bahan sintetis. Kondom kulit jarang sekali ditemukan dan kurang disukai karena sangat tebal. Kondom lateks adalah yang paling mendominasi pasar dan harganya adalah yang termurah dan memang didesain untuk mencegah penularan penyakit seksual. Sementara kondom sintetis menjadi pilihan bagi pasangan yang memiliki alergi terhadap lateks dan sangat digemari karena biasanya lebih tipis, namun harganya relatif lebih mahal dari kondom lateks.



Meskipun sangat populer, salah satu jenis alat kontrasepsi ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah Kelebihan dan Kekurangan Kondom beserta dengan cara menggunakan kondom yang tepat.

Kelebihan Kontrasepsi KB Kondom

Kelebihan Kontrasepsi Keluarga Berencana dengan Metode Kondom adalah sebagai berikut.
  1. Efektif mencegah kehamilan bila digunakan dengan benar
  2. Tidak mengganggu produksi ASI
  3. Tidak mengganggu kesehatan klien dan tidak mempunyai pengaruh sistemik
  4. Kondom pria murah, dapat dibeli secara umum di apotik, minimarket dan tempat lainnya. Bahkan banyak yang membagikannya secara gratis.
  5. Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus

Kelebihan Nonkontrasepsi Kondom

Kelebihan Non-Kontrasepsi Keluarga Berencana dengan Metode Kondom adalah sebagai berikut.
  1. Membantu mencegah terjadinya kanker serviks (mengurangi iritasi bahan karsinogenik eksogen pada serviks)
  2. Mencegah penularan IMS, HIV
  3. Memberi dorongan kepada suami untuk ikit ber-KB
  4. Mencegah ejakulasi dini
  5. Saling berinteraksi sesama pasangan
  6. Mencegah imuno infertilitas
  7. Untuk hamil lagi, cukup dengan tidak menggunaknnya

Kekurangan Kondom

Meski memiliki beragam kelebihan, memilih kontrasepsi kondom juga mungkin akan menerima beberapa kekurangan KB metode kondom
  1. Keberhasilan kontrasepsi sangat dipengaruhi oleh cara penggunaan dan kondisi kondom
  2. Agak mengganggu hubungan seksual (mengurangi sentuhan langsung)
  3. Harus menyiapkan terlebih dahulu setiap kali akan berhubungan seksual
  4. Sebagian orang merasa malu membeli kondom di tempat umum
  5. Kondom bekas adalah limbah menjadi masalah lingkungan

Penggunaan kondom yang tepat

Kondisi Kondom yang baik

  1. Hanya kondom dengan kondisi yang baik agar fungsi kontrasepsi dan pencegah penularan IMS dapat terpenuhi dengan baik. Berikut ini beberapa kriteria bahwa kondom disebut baik:
  2. Ukurannya harus pas dengan kelamin
  3. Tidak mudah sobek atau bocor
  4. Tidak Kadaluarsa. Selalu cek tanggal kadaluwarsa kondom yang tertera pada kemasannya
  5. Jangan gunakan kondom bekas, bahkan dalam satu kali melakukakuan hubungan seks sekalipun.
Untuk menggunakan metode KB kondom, sahabat mungkin perlu mengetahui cara penggunaan kondom pada laki--laki, yaotu sebagai berikut

Penggunaan kondom laki-laki

Untuk menggunakan metode KB kondom pria, sahabat HamilBayi.com mungkin perlu mengetahui cara penggunaan kondom pada pria, yaitu sebagai berikut
  1. Keluarkan kondom dari pembungkusnya dengan hati-hati.
  2. Pastikan kondom tidak kering dan sobek / berlubang. Jika kering, tambahkan pelumas khusus kondom atau gunakan saja air bersih.
  3. Masukkan kondom ke penis dengan sedikit ruang di ujung, dan buka gulungan sampai batang penis tertutupi semua.
  4. Gesekan ketika berhubungan seks terkadang membuat kondom robek dan berpotensi menyebabkan bocor. Sesekali cek kondisi kondom saat behubungan.
  5. Lepas kondom diluar vagina, jangan sampai ada sperma yang tertinggal.
  6. Buang di tempat sampah

Penggunaan kondom perempuan

Untuk menggunakan metode KB kondom wanita, sahabat HamilBayi.com mungkin perlu mengetahui cara penggunaan kondom pada wanita, yaitu sebagai berikut.
  1. Keluarkan kondom dari pembungkusnya dengan hati-hati. Biasanya ada tanda untuk menyobek, sobeklah pada bagian tersebut
  2. Pastikan kondom tidak kering dan sobek / berlubang. Jika kering, tambahkan pelumas khusus kondom atau gunakan saja air bersih pada bagian luar ujung yang tertutup.
  3. Cari posisi yang nyaman. Anda dapat berdiri dengan satu kaki di kursi, duduk di tepi kursi, berbaring, atau jongkok.
  4. Tekan sisi cincin bagian dalam dan masukkan ke dalam vagina seperti tampon. Dorong cincin bagian dalam kondom dengan menggunakan jari sejauh mungkin - hingga mencapai leher rahim.
  5. Tarik keluar jari Anda dan biarkan cincin luar menggantung sekitar satu inci di luar vagina.
  6. Pastikan penis masuk ke bagian dalam kondom ketika berhubungan
  7. Selesai berhubungan, tekan cincin luar untuk menjaga air mani di dalam kantong. Kemudian tarik kondom perlahan keluar dari vagina.
  8. Buang di tempat sampah

Sebagai catatn penting, penggunaan kondom hanya oleh satu orang saja. Misalnya laki-laki sudah memakainya, perempuan jangan memakainya juga. Karena bahan kondom yang terbuat dari karet akan mudah robek jika saling bergesekan.

Demikianlah artikel yang berjudul Kelebihan dan Kekurangan Kondom dan memuat mengenai kelebihan dan kekurangan alat kontrasepsi terpopuler ini lengkap dengan cara menggunakan kondom yang tepat. Kunjungi juga artikel Cara Memilih KB Terbaik untuk membaca informasi lebih lengkap mengenai metode KB lainnya.

Referensi:
Buku Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Kesehatan (BKKBN dan Kemenkes RI, 2012), Durex Indonesia dan PlannedParenthood

Subscribe to receive free email updates: