Pemeriksaan Kehamilan / Periksa Ibu Hamil

Pemeriksaan kehamilan oleh dokter kandungan, dokter keluarga, atau bidan memiliki urgensi tinggi untuk dilakukan dengan segera jika ibu mengalami terlambat datang bulan ataupun mendapatkan hasil positif pertama kali dari cara periksa kehamilan dengan test pack yang dilakukan sendiri, atau dengan kartu BPJS untuk USG (ultrasonografi) di bidan atau puskesmas dan rumah sakit atau ke dokter untuk diperiksa di laboratorium. Sahabat hamilbayi.com bisa juga mengetahuinya lebih lanjut dengan membaca-baca artikel atau makalah pdf / ppt mengenai periksa kehamilan lengkap dengan video leopold 14t 10 t. Pertama-tama tentunya ini dilakukan untuk memastikan kehamilan (apakah ibu benar-benar hamil atau tidak). Kemudian yang kedua, adalah untuk memeriksa kesehatan ibu dan janin yang sedang dikandung.
Pemeriksaan kehamilan atau Ante natal care (ANC) ini wajib dilakukan. Karena dengan memeriksakan kehamilan, bidan atau dokter bisa melakukan memeriksa ibu maupun janin secara menyeluruh. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan kehamilan, kesehatan kandungan, kondisi janin, dan penyakit/kelainan pada kandungan. Dengan begitu bisa dilakukan penanganan secara dini jika terdapat sesuatu yang tidak normal.
Pemeriksaan Kehamilan / Periksa Ibu Hamil

Kegunaan pemeriksaan kehamilan Ibu hamil secara teratur adalah untuk:
  1. Mengetahui keadaan kesehatan dan status gizi ibu dan janin
  2. Mendeteksi adanya risiko kehamilan atau komplikasi
  3. Mengatasi permasalahan kehamilan lebih awal, seperti mual dan muntah secara berlebihan
  4. Mencegah beberapa masalah seperti anemia dan hipertensi
  5. Meningkatkan kesejahteraan janin
Sementara waktu kunjungan pertama ibu hamil ke dokter atau bidan adalah 2 s/d 3 minggu setelah tidak mendapatkan menstruasi atau segera setelah kehamilan diketahui. Namun begitu, poin pentingnya adalah semakin cepat dilakukan pemeriksaan akan semakin baik, terutama jika ibu memiliki kondisi medis tertentu, memiliki masalah dengan kehamilan di masa lalu, atau mengalami gejala seperti pendarahan vagina, nyeri perut, atau mual dan muntah.

Selain itu, penanganan penyakit dan obat yang diberikan kepada ibu hamil sangat berbeda dengan perempuan tidak hamil. Jika ibu hamil mengkonsumsi obat dengan sembarangan, ini bisa berimplikasi pada kondisi kesehatan ibu hamil maupun bayi dalam kandungan.

Pada kehamilan normal, sedikitnya ibu hamil melakukan pemeriksaan kandungan sebanyak 4 kali pada masa kehamilan. Yaitu 1 kali pada usia kandungan sebelum 3 bulan (usia kehamilan trimester pertama), 1 kali usia kandungan 4 - 6 bulan (usia kehamilan trimester kedua), dan 2 kali pada usia kandungan 7 - 9 bulan (usia kehamilan trimester ketiga).

Namun, sebaiknya ibu hamil segera konsultasi ke bidan atau dokter kandungan setiap kali mengalami keluhan pada kehamilan. Sebagaimana juga banyak praktisi yang menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan yang lebih sering untuk memastikan kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. Yaitu setiap 4 minggu sampai usia kehamilan 28 minggu, setiap 2 minggu sekali pada usia kehamilan 28-36 minggu, dan seminggu sekali ketika usia kandungan lebih dari 36 minggu.

Pemeriksaan kehamilan pertamakali mungkin akan memakan waktu yang cukup lama karena terdapat beberapa pertanyaan dan pemeriksaan yang harus dilakukan. Jika waktu tidak mencukupi, bisa juga dilakukan beberapa kali sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini adalah hal yang akan dilakukan bidan atau dokter saat pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil.

1. Pengumpulan informasi awal kesehatan

Ibu hamil akan ditanyakan mengenai waktu haid terakhir dan tanda kehamilan untuk memastikan kehamilan, riwayat kesehatan ibu beserta keluarga dan riwayat kehamilan dan persalinan (kalau sudah pernah hamil).

2. Pemeriksaan fisik

Mengukur tinggi badan

Pengukuran tinggi badan cukup dilakukan satu kali saat pertamakali periksa. Ini dilakukan untuk mengetahui ukuran panggul ibu. Pada ibu dengan tinggi badan kurang dari 145cm terdapat risiko panggul sempit dan kemungkinan sulit melahirkan secara normal (kemungkinan dilakukan caesar). Dengan mengetahui metode persalinan yang akan diterapkan sedari awal, ibu dan keluarga bisa mempersiapkan diri menghadapi persalinan dengan pengetahuan, materi, dan juga mental.

Mengukur berat badan

Penimbangan berat badan dilakukan setiap kali periksa agar perkembangan berat badan bisa terpantau. Sejak bulan ke-4 kehamilan, pertambahan berat badan paling sedikit 1 kg/bulan. Namun pertambahan yang terlalu ekstrim (diatas normal) juga sebaiknya dihindari karena bisa meningkatkan resiko kesehatan (misalnya kemungkinan operasi caesar), sementara penurunan badan sangat berbahaya bagi kesehatan bayi dalam kandungan. Pertambahan berat badan ibu selama kehamilan yang ideal adalah dalam rentang 7,5kg sampai dengan 12,5 kg. Setelah mengetahui perkembangan berat badan, bidan atau dokter nantinya akan memberikan saran pertambahan berat badan ibu hamil menjadi normal.

Mengukur tekanan darah (tensi)

Pengukuran tekanan darah (tensi) dilakukan setiap kali periksa. Tekanan darah normal adalah 120/80mmHg, bila tekanan darah lebih besar atau sama dengan 140/90mmHg, ada faktor risiko hipertensi (tekanan darah tinggi) pada kehamilan. Hipertensi ini bisa menyebabkan pre-eklamsi.

Mengukur Lingkar Lengan Atas (LiLA)

Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) dilakukan saat pertamakali kehamilan, dan jika dirasa perlu. Bila Lingkar Lengan Atas kurang dari 23,5cm, ibu hamil kemungkinan menderita Kurang Energi Kronis (Ibu hamil KEK) dan berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

Pengukuran tinggi rahim, pemeriksaan letak dan posisi janin (presentasi janin) dan penghitungan denyut jantung janin

Pengukuran tinggi rahim harus dilakukan secara rutin setiap kali dilakukan pemeriksaan, yang berguna untuk melihat apakah pertumbuhan janin sesuai dengan usia kehamilan.

Pemeriksaan letak dan posisi janin (presentasi janin) sangat penting ketika kehamilan memasuki trimester 3. Apabila trimester III bagian bawah janin bukan kepala atau kepala belum masuk panggul, kemungkinan ada kelainan letak atau ada masalah lain.

Pemeriksaan denyut jantung janin berguna untuk mengetahui kesehatan bayi dalam kandungan. Bila denyut jantung janin kurang dari 120 kali/menit atau lebih dari 160 kali/menit, ini berarti janin dalam keadaan gawat. Pemeriksaan denyut jantung janin dilakukan dengan menggunakan stetoskop (denyut hanya didengar bidan) atau alat Doppler (denyut bisa didengar juga oleh ibu).

Selain itu juga dilakukan pemeriksaan dalam pada vagina dan mulut rahim (serviks) untuk memastikan normal dan tidak ada kelainan. pada pemeriksaan ini sering ditemukan polip di mulut rahim, namun ini tidak berbahaya.

Ultrasonografi (USG)

USG dilakukan hanya jika terdapat indikasi tertentu ataupun atas keinginan ibu. Dengan melakukan USG, pemeriksaan kehamilan dan perkembangannya bisa lebih akurat.

3. Tes laboratorium

Tes pemeriksaan urine (air kencing).



Pemeriksaan urin dilakukan terutama untuk memastikan kehamilan. Selain itu (jika diperlukan), tes urin berguna untuk mengetahui fungsi ginjal, kandungan protein dalam urin, kadar gula darah, dan infeksi saluran kencing yang sering ditemukan pada ibu hamil. Jika protein dalam urin positif, ibu hamil berpotensi mengalami pre-eklampsia. Sementara kadar gula darah menunjukkan terdapat/tidaknya diabetes melitus ataupun kencing manis.

Tes pemeriksaan darah.

Tes darah biasanya dilakukan pada usia kehamilan 10 hingga 12 minggu dan pada usia kehamilan 28 minggu. Beberapa kegunaannya yaitu: tes golongan darah ( O, A, B, AB), untuk mempersiapkan donor bagi ibu hamil (bila diperlukan) dan tes hemoglobin, untuk mengetahui apakah ibu kekurangan darah (Anemia). Juga dilakukan pemeriksaan faktor Rhesus, dan bila ditemukan bahwa Rhesus negatif (jarang terjadi di Indonesia), dokter biasanya memberikan suntikan kalau ibu mengalami keguguran atau telah melahirkan (baik alami / operasi sesar). Selain itu, pemeriksaan darah (jika diperlukan) juga untuk tes alfafetoprotein (AFP), penyakit (malaria, HIV, Sifilis, hepatitis dan lain lain). Tes AFP adalah untuk mengetahui kemungkinan gangguan saluran saraf tulang belakang dan untuk mendeteksi otak janin (kemungkinan down syndrome).

Uji TORCH (Toksoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpesimpleks) jika diperlukan

Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi parasit seperti TORCH di dalam tubuh ibu hamil. Selain pemeriksaan fisik dan pengumpulan informasi kesehatan, ibu hamil juga akan mendapatkan penjelasan mengenai kehamilan, pemberian tablet tambah darah, pemberian imunisasi Tetanus Toksoid (TT) (jika diperlukan), dan juga pengobatan (jika sakit).

Konseling atau penjelasan

Bidan atau dokter akan memberi penjelasan secara bertahap pada saat kunjungan ibu hamil. Yaitu mengenai perawatan kehamilan, pencegahan kelainan bawaan, persalinan dan inisiasi menyusu dini (IMD), nifas, perawatan bayi baru lahir, ASI eksklusif, Keluarga Berencana (KB), dan imunisasi pada bayi.

Pemberian tablet tambah darah

Bidan atau dokter akan memberikan tablet penambah darah. Karena sebaiknya sejak awal kehamilan, Ibu hamil minum 1 tablet tambah darah setiap hari minimal selama 90 hari. Tablet tambah darah diminum pada malam hari untuk mengurangi rasa mual.

Penentuan status Imunisasi Tetanus Toksoid (TT)

Bilamana diperlukan, Ibu hamil juga akan mendapatkan suntikan tetanus toksoid. Ini dilakukan untuk mencegah tetanus pada Ibu dan Bayi
Tabel jarak waktu pemberian imunisasi TT dan lama perlindungannya
Imunisasi TTSelang Waktu MinimalLama Perlindungan
TT 1Langkah awal pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit Tetanus
TT 21 bulan setelah TT 13 tahun
TT 36 bulan setelah TT 25 tahun
TT 412 bulan setelah TT 310 tahun
TT 512 bulan setelah TT 4>25 tahun

Baca Juga : Manfaat dan Efek Samping Suntik Imunisasi TT (Tetanus Toksoid) pada Ibu Hamil

Pengobatan (jika sakit)

Bidan atau dokter juga akan memberikan pengobatan jika ibu mempunyai masalah kesehatan pada saat hamil.

Sampai disini artikel mengenai Pemeriksaan Kehamilan / Periksa Ibu Hamil yang HamilBayi.com ambil dari Buku KIA dan Bidanku.com. Semoga bisa membantu anda yang sedang mencari pengetahuan, tips, dan hal lain seputar kehamilan. Untuk penjelasan lebih lanjut dilakan anda tanyakan ke bidan atau dokter kandungan dimana anda memeriksakan kehamilan. Anda juga bisa mencari di website ini dengan bantuan mengetikkan kata kunci pencarian di kolom pencarian. Terakhir, selalu lakukan pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal pemeriksaan kehamilan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

Subscribe to receive free email updates: